Ditjen PAS Selidiki Dugaan Pemberian Remisi Ilegal

Tribunnews.com – Senin, 26 September 2011 13:37 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) mengaku telah menerima pengaduan dugaan pemberian remisi ilegal di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Ketapang, Kalimantan Barat. Demikain disampaikan Pelaksana harian Direktur Keamanan dan ketertiban KemenkumHAM Murdiyanto.

Menurut Murdiyanto, pengaduan terkait praktik jual beli remisi itu kini tengah diselidiki oleh pihaknya melalui Kantor wilayah (Kanwil) KemenkumHAM setempat.

“Pengaduan memang sudah ada. Kita sudah koordinasi dengan Kanwil di sana dan sedang dalam proses (penyelidikan),” tuturnya saat dihubungi, Senin (26/9/2011).

Murdiyanto belum bisa memastikan saat ditanya apakah tim dari Ditjen PAS dan Inspektoral Jenderal KemenkumHAM sudah ada yang diturunkan ke Lapas Ketapang untuk menginvestigasi kasus ini. “Saya belum dapat informasi kalau soal itu,” tuturnya.

Murdiyanto juga belum mau memastikan apa sanksi yang akan dijatuhkan pihaknya terhadap Kepala Lapas Klas II B Ketapang Indra Sofian, sebagai terlapor kasus ini. Menurut Murdiyanto, pihaknya akan terlebih dahulu mengonfirmasi pengaduan yang diterima mereka itu. Kalau memang benar terjadi dugaan pemberian remisi ilegal maka pihak yang bertanggung jawab dalam praktik itu, akan dijatuhi sanksi tegas.

“Sekarang sedang proses jadi belum diketahui hasilnya. Kita kan tidak serta merta menindak, kalau benar baru(ditindak),” tuturnya.

Untuk diketahui Kepala Lapas Klas II B Ketapang Indra Sofian dilaporkan transaksi pemberian remisi secara ilegal terhadap tahanan yang dibina di Lapas Klas II B Ketapang. Berkas laporan yang diterima wartawan menyebutkan, remisi ilegal, diantaranya diberikan Indra kepada tahanan terpidana illegal logging yang juga eks Kapolres Ketapang AKBP Akhmad Sun’an serta anak buahnya mantan Kasatreskrim Polres Ketapang AKP M Kadhapy Marpaung dan Kasat Polair Ketapang Iptu Agus Luthfiardi.

Diduga Indra menerima imbalan uang sekitar Rp 65 juta atas pemberian remisi yang tak prosedural tersebut.

Penulis: Vanroy Pakpahan  |  Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: