Whistle Blower Ilegal Logging Layak Pembebasan Bersyarat

Tribunnews.com – Senin, 13 Februari 2012 13:40 WIB
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tokoh Adat Dayak Kalimantan Barat (Kalbar), Stefanus Paiman mengatakan sangat mendukung langkah Kanwil Hukum dan HAM yang tetap memproses Pembebasan Bersyarat untuk Tony Wong, terpidana ilegal loging di Ketapang. Apalagi Tony Wong yang membongkar praktik illegal loging di Ketapang yang sempat menghebohkan tahun 2007-2008 lalu. Menurut Stefanus, apa yang dilakukan Kadiv Pas Kanwil Hukum dan HAM Kalimantan Barat , Solo Gultom untuk terus mengusulkan pembebasan bersyarat itu sudah benar. “Jadi kalau ada pihak yang memiliki kepentingan dalam kasus ini, sehingga PB Tony Wong dipersulit, kami yakin Pak Gultom sangat bersih. Ini harus didukung untuk penegakan hukum yang benar dan adil di negara kita,” kata Stefanus dalam rilisnya kepada Tribunnews.com.

Kadiv Pas Kanwil Hukum dan HAM Kalimantan Barat , Solo Gultom engatakan pihaknya tetap akan mengusulkan pemberian Pembebasan Bersyarat (PB) kepada Tony Wong  yang kini menghuni Lapas Klas IIA Pontianak. Menurut Gultom langkah ini sudah sesuai dengan undang-undang karena terpindana telah memenuhi persyaratan secara hukum dan administratif, yaitu menjalani dua pertiga masa hukuman, berkelakuan baik serta sudah membayar denda sesuai dengan putusan majelis hakim dalam perkara itu.

“Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mengusulkan pemberian pembebasan bersyarat kepada warga binaan kami. Kalau tidak, maka kita sebagai aparatur pemerintah yang melanggar HAM,” tegasnya, Senin (13/2/2012) pagi.

Gultom juga mengaku prihatin dengan kondisi Tony Wong yang dipersulit mendapatkan proses Pembebasan Bersyarat. Padahal, kata Gultom, semua orang tahu bahwa Tony Wong-lah yang membongkar praktik illegal loging di Ketapang yang sempat menghebohkan tahun 2007-2008 lalu.

“Justeru karena suaranya itulah polisi menangkap cukong besar karena mendapat perhatian Mabes Polri. Nah, atas suaranya itu juga banyak pihak yang tidak suka. Saya menilai Tony Wong layak mendapatkan status sebagai whistle blower. Jadi tidak perlu dipersulit proses PB-nya,” tegas Gultom. Tony Wong, pengusaha asal Ketapang, Kalimantan Barat iri dengan Agus Condro. Tidak seperti dirinya, Agus dapat begitu mudah memperoleh pembebasan bersyarat.

Padahal, sama seperti Agus, Tony Wong adalah whistle blower kasus mafia ilegal logging di Kalimantan Barat pada tahun 2007 yang melibatkan cukong asal Malaysia dan sejumlah pejabat, termasuk aparat kepolisian.

Awalnya, Tony divonis bebas oleh PN Ketapang pada 26 Mei 2008. JPU pun mengajukan kasasi ke MA. Dua bulan berselang, MA pun mengeluarkan putusan kasasi yang menyatakan Tony bersalah dan menjatuhkan hukuman penjara selama empat tahun dan denda Rp 200 juta.

Di sisi lain, tak lama setelah vonis bebas dari PN Ketapang, Tony kembali diperkarakan dalam kasus ilegal logging. Tony Wong yang baru keluar lapas Ketapang pun langsung disambut  surat penangkapan oleh polisi.

Proses hukum pun berjalan. Oleh majelis hakim PN Ketapang, Tony Wong divonis 10 bulan dan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Kalimantan Barat. Sementara ditingkat kasasi, MA mengganjar Tony dengan pidana 5 tahun dan denda Rp 10 juta sesuai putusan nomor 2280 K/Pid.Sus/2009 tanggal 29 Nopember 2010.

Setelah menjalani semua hukuman itu, terang Dewi, kini Tony Wong berupaya mendapatkan haknya untuk proses Pembebasan Bersyarat (PB). Sayangnya, kejaksaan kembali mengganjalnya dengan alasan Tony Wong masih memiliki perkara nomor 103/Pid.B/2004/PN.KTP tahun 2004 yang belum diputuskan MA.

Editor: Anita K Wardhani
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: