14 May 2012 – Tony Wong Harusnya Dapat Reward

Penulis: ApikoJM

Senin, 14 Mei 2012 21:39

itoday – Humas Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Rani Sopia mengatakan, lembaganya telah mengajukan rekomendasi, bahwa Tony adalah seorang justice collaborator. Menurut peraturan bersama para penegak hukum, Tony mestinya mendapat sejumlah reward atas kesediannya ikut membongkar kasus besar di Kalimantan Barat.

” LPSK akan melakukan koordinasi lebih lanjut tentang ini,” kata Rani, saat di hubungi di Jakarta, Senin (14/5).

Ketua LPSK, Abdul Haris Semendawai juga satu suara. Menurut dia, seorang pelaku saksi yang bersedia menjadi whistle blower atau justice collaboratur, harusnya mendapat semacam reward hukum. Reward bisa berupa pemotongan hukuman atau remisi atau pembebasan bersyarat sebagai kompensasi atas kesediannya membongkar kasus besar.

Tapi Semendawai, mengakui, meski sudah ada aturan tentang justice collaborator, dalam pelaksanaannya tak maksimal. Salah satu sebabnya karena diantara penegak hukum tak satu pemahaman. Juga karena adanya permainan, agar sebuah kasus tak bisa dibongkar.

” Seorang whitle blower mestinya dapat reward. Dan aparat penegak hukum harusnya bisa memaksimalkan peran whistle blower untuk membongkar kasus-kasus besar,” kata dia.

Semendawai, mengakui, kerapkali justru seorang pelaku saksi yang menjadi justice collaborator dipersulit. Ia menyebut kasus Tony Wong di Kalimantan Barat. Lembaganya sudah menetapkan Tony sebagai justice collaborator.

” Kasus itu pelik, seorang bisa menjadi justice collaborator, syaratnya ia tak punya kasus baru. Kata kejaksaan Tony punya kasus di MA, tapi pengadilan setempat, setelah menyurati MA, tak ada kasusnya Tony,” katanya.

Kata dia, bila seorang justice collaborator tak mendapat reward, ia khawatir tak ada orang yang mau bersaksi membongkar kasus besar. Karena akan percuma saja, bila seorang saksi pelaku bersedia membongkar kasus, tapi tak mendapat reward.

Sebelumnya, kuasa hukum Tony, Dewi Aripurnamawati, mempertanyakan hak remisi kliennya yang tak mendapat remisi saat hari Waisyak kemarin. Padahal sebagai napi penganut Budha Tony, berhak atas remisi itu. Apalagi status Tony, adalah sebagai whistle blower atau justice collaborator atas kasusnya. Kliennya merasa diperlakukan diskriminatif.

Pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Kementerian Hukum dan HAM sendiri mengatakan bahwa remisi Tony sedang diproses. Jadi tak benar bila ada diskriminasi, namun prosesnya yang belum selesai.

” Tony Wong memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi Waisak tahun 2012. Karena berkas usulannya baru diterima pihak Ditjenpas jadi memang proses pembuatan SK pemberian remisinya sedang dalam proses penyelesaian,”kata Kepala Seksi Infokom Ditjenpas, Ika Yusanti, di Jakarta, kemarin.*

laporan: Agus Supriyatna

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: